Rabu, 14 Maret 2012

SENAM HAMIL : GERAKAN & TEKNIK PERNAFASAN ZILGREI


 Cerita dikit ya :
Semula kehamilan keduaku baik-baik saja. Sampai suatu hari aku terjatuh dari kereta karena desakan para penumpang yang berebut naik saat jelang lebaran (lg mudik nih). Saat itu usia kandunganku baru memasuki 2 bulan. Pulang mudik, aku segera memeriksakan kandungan takut terjadi sesuatu. Alhamdulillah, msh baik.
Pas bulan ke 3, aku terkejut krn mendapati bercak darah. Hanya istirahat saja kalo mulai merasa sedikit capek. Seminggu kemudian ada lagi bercak darah yang keluar. Akhirnya disuruh minum obat penguat kandungan. Bulan ke 4-5, sering sekali merasa tidak fit serta mudah capek. Saat di USG, kondisi janin sehat dan aktif hanya saja posisinya melintang. Setiap bulan rutin di USG dan posisi bayi kalau tidak melintang ya sungsang. Tapi dokter bilangnya tidak masalah karena sebelum 8 bulan posisi bayi memang berubah-ubah dan nanti akan ke posisi normal. Tapi ternyata memasuki bulan ke 7-8, posisi janinku tetap melintang. Dan dokter menyarankan untuk caesar saja karena beresiko untuk melahirkan normal.
Aku tidak mau disesar, aku ingin melahirkan secara normal. Itu tekad dan pintaku pada Sang Kholiq. Subhanallah walhamdulillah, saat pilih2 majalah bekas nemu majalah ayahbunda yg sudah lawas membahas tentang senam hamil. dari yg posisi sungsang atau melintang bisa normal, sangat bermanfaat. Sejak itu aku rutin melakukan gerakan2 ini. Sampai usia kandungan memasuki tri semester akhir, posisi tetap melintang bahkan tali plasenta menutupi jalan lahir sehingga capek sedikit saja langsung keluar bercak darah. Tapi aku optimis bisa melahirkan secara normal. Seminggu jelang kelahiran, posisi masih belum berubah dan mesti menyiapkan mental-materi untuk sesar. Semakin bertambah kualitas dan kuantitas dalam melakukan senam ini. Alhamdulillah akhirnya aku bisa melahirkan secara normal dengan lancar dan selamat. ^_^

Membantu persalinan berjalan normal dan lancar.
Dilakukan sejak kehamilan bahkan menjelang persalinan.

1.      1. Duduklah dan pertemukan kedua telapak kaki dengan bantuan tangan. Sikap punggung tegak. Arahkan kepala lurus kedepan dan berkonsentrasi. Tangan membantu melatih kelenturan pergelangan kaki, tahan posisi ini sampai beberapa detik kemudian lemaskan.
Ambil nafas panjang dan dalam biarkan udara masuk hingga ke rongga perut, lalu hembuskanperlahan.
Ambil nafas berikut setelah jeda selama 5 detik.Lakukan terus olah nafas perut ini.
Dengan cara ini, diafragma memusatkan kekuatan pada organ-organ dalam rongga dada dan perut.
Sikap tubuh ini serupa dengan posisi akan bersalin dan berfungsi membantu janin menuju jalan lahir.
2.      2. Baringakan tubuh dengan posisi meyamping disisi kiri. Sisipkan bantal kecil diantara kedua kaki. Tegakkan tulang punggung, gerakkan lutut mendekati panggul sambil bernafas dalam-dalam, sampai 5 hitungan. Hembuskan nafas ketika kedua kaki kembali ke posisi semula. Lakukan berulang-ulang.
Latihan ini mendukung pergerakan tulang-tulang rusuk dan punggung serta meredakan rasa sakit menjelang persalinan.
3.      3. Baringkan tubuh dengan posisi telentang, kemudian buka kaki lebar-lebar, lalu tekuk hingga kedua telapak kaki saling bertemu.
Ambil nafas panjang dan dalam hingga hitungan ke-5. Lalu luruskan kaki perlahan dan hembuskan nafas.
Latihan menekuk & meluruskan kaki ini akan mengayunkan janin ke rongga panggul untuk kemudian meluncur ke jalan lahir.
Dapat dilakukan ketika pembukaan rahim berhenti.
4.      4. Dengan posisi menungging, buka kaki lebar-lebar dengan kedua tangan menahan beban tubuh. Luruskan tulang punggung, ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan.
Teknik tarikan dan hembusan nafas serta gerakan ini membantu ibu mengumpulkan tenaga untuk mendorong janin ke posisi paling ideal untuk melahirkan normal.
Jika dilakukan menjelang persalinan, gerakan ini membantu janin meluncur secara berayun ke jalan lahir hingga proses pembukaan lebih mudah terjadi.
5.      5. Berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi dari tubuh. Sandarkan kaki pada bantal yang tinggi atau sofa. Ambil nafas dalam-dalam dan tahan hingga hitungan 5 lalu hembuskan.
Rasakan posisi janin dengan kedua telapak tangan. Bayangkan janin memutar posisi ke jalan lahir. Latihan rutin 10 menit setiap hari mulai minggu ke 32.
6.      6. Berjongkoklah dengan posisi dan sikap tubuh tegak, atur nafas. Ambil nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Biarkan panggul beristirahat dan melatih kaki serta otot perut bagian bawah terbuka. Bertahan untuk beberapa detik kemudian ubah posisi. Akhiri dengan posisi duduk bersilangan kaki dan atur nafas.
Teknik ini dapat melenturkan otot-otot pernafasan hingga panggul serta membuat aliran darah lebih lancar, dan ibu terlatih mengumpulkan energy yang cukup untuk mengejan.

(Ayahbunda No. 02, Jan-Feb 2003)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar